teras rumah
Female
Jakarta
::riri, ida, asfi:: .:we are best friends, love to read, learn to write, love each other:.

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


online casino gambling
online casinos









lagi baca:





If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Thursday, March 22, 2007
Wolf Girl
Penulis: Theresa Tomlinson (www.theresatomlinson.com)
Penerjemah: Ferry Halim
Akan segera terbit di (little) Serambi (www.serambi.co.id, www.littleserambi.com)


                                   

Setelah sekian lama tidak menulis review, akhirnya diriku pun tergoda untuk menulis lagi. I've read so many books, even though not as much as I used to, pi selalu males bikin reviewnya. Hihihi, sayang ya? Padahal menurutku penting bikin review, selain belajar menulis dari apa yang kita baca, seneng aja baca hasil review itu lagi kapan-kapan. Hihihi, mengingatkan kembali apa yang udah kita baca dan seberapa besar kita mengapresiasinya.

I've just read Wolf Girl. Novel yang sangat mengesankan yang menceritakan perjuangan Wulfrun, si gadis serigala yang berusaha menyelamatkan ibunya dari tuduhan pencurian atas sebuah kalung yang amat berharga. Untuk membuktikan ibunya tidak bersalah, Wulfrun harus melewati perjuangan yang tidak mudah. Dari berkelana ke tempat yang yang tak pernah dikunjunginya, hampir celaka karena ada yang berusaha menghalang-halangi niatnya, dan mengalami petualangan yang membahayakan bersama teman-temannya.

Novel ini berlatar kehidupan di Inggris pada zaman Anglo Saxon sekitar abad 6 s.d 7 M. (Btw, novel ini mengingatkanku pada Pope Joan, yang juga nyerempet-nyerempet budaya Anglo Saxon dan kehidupan di biara). Alkisah Wulfrun, anak perempuan Cwen si penenun tertangkap basah oleh Lady Irminburgh--orang yang diserahi tanggung jawab memimpin Biara Whitby saat sang Suster Kepala, Hild, sedang mengunjungi Bamburgh untuk menemui Sang Ratu Northumbria, Ratu Ianfleda--sedang mengenakan kalung batu akik merah yang berhiaskan burung yang sedang terbang dan memiliki bandul salib.

Tak mungkin keluarga Wulfrun yang miskin memiliki kalung tersebut. Cwen mengaku mendapatkan kalung tersebut dari seorang Ibu dan dua anaknya saat dia berumur 10 tahun. Kala itu dia seorang gadis nelayan yang sedang mendorong perahu di pantai. Tak dinyana dia bertemu dengan Ibu dan dua anaknya, dua orang biarawan serta seorang pelayan hendak melarikan diri dari kejaran musuh. Cwen menolong mereka dengan mendorong perahunya ke perahu yang lebih besar yang hendak ditumpangi mereka. Sebagai imbalannya, sang Ibu menghadiahinya kalung indah tersebut. (Belakangan diketahui kalau Ibu tersebut adalah Ratu Tata, permaisuri Raja Edwin yang melarikan diri dari kejaran Raja Penda.)

Penjelasan itu terdengar tak masuk akal, Lady Irminburgh menyuruh Ulfstan, si penjaga biara, untuk menahan Cwen dan bermaksud mengadilinya dengan hukuman gantung, cambuk, atau rajam. Wulfrun sangat sedih, merasa menjadi penyebab ditahannya Ibunya. Kini ia cuma tinggal berdua adiknya, Gode yang masih berumur lima tahun. Satu-satunya tetangga yang masih peduli pada mereka adalah Fridgyth dan temannya, Cadmon si penggembala sapi. Fridgythlah yang menyarankan agar Wulfrun berusaha mencari tahu soal kalung tersebut untuk menghindarkan ibunya dari hukuman. Yang berhak mengadili Cwen adalah sang Suster Kepala, Hild. Namun, Hild belum juga kembali hingga berbulan-bulan.

Beruntung Wulfrun diangkat menjadi pelayan Putri Elfeld, anak asuh Hild, yang sebenarnya adalah putri Raja Oswy dan Ratu Ianfleda. Elfled diserahkan pada Hild untuk diasuh dan kelak menjadi biarawati. Perkenalannya dengan sang putri sangat tidak sengaja, pada awalnya Wulfrun tidak menyukai sang putri, pada akhirnya sang putrilah yang percaya bahwa ibunya tak bersalah, dan berusaha membantunya mengetahui asal usul kalung tersebut. Masalahnya kalung tersebut ditahan oleh Lady Irminburgh, bahkan dia mengklaim bahwa kalung itu adalah miliknya. Padahal Putri Elfled yakin benar kalau kalung itu adalah milik neneknya, Ratu Tata, karena dia memiliki gelang yang merupakan pasangan dari kalung tersebut.

Lady Irminburgh berusaha menghalang-halangi niat Wulfrun untuk mencari informasi mengenai kalung itu. Berkali-kali ia berusaha mencelakakan Wulfrun. Namun Wulfrun beserta Putri Elfled, dan Adfrith, sang biarawan terus berusaha membuktikan bahwa Cwen tak bersalah dan kalung itu juga bukan milik Irminburgh. Yang membuat masalah semakin rumit adalah Irminburgh memengaruhi Pangeran Ecfrid, kakak Putri Elfled, untuk memberontak dan merebut tahta Deira dari tangan Pangeran Alchfrid, yang merupakan kakak tiri Ecfrid. Ecfrid yang masih muda dan polos tergoda oleh kecantikan Irminburgh dan menuruti setiap keinginannya.

Masalah mencapai puncak saat Elfled yang kesal dengan Ecfrid dan Irminburgh melarikan diri dari Whitby dan berniat menemui Ibu Ratu Ianfleda di Bamburgh. Wulfrun, Adfrith, dan Cadmon menyusul sang putri akhirnya mereka bersama-sama berkelana menuju Bamburgh. Setelah melalui perjuangan panjang kedinginan, kelaparan selama di perjalanan, dan hampir mati karena pasir isap, mereka sampi di Bamburgh. Mereka berhasil menemui Hild dan Ratu Ianfleda.  Sang Ratu membenarkan bahwa dia telah menghadiahkan kalung itu pada Cwen, si gadis nelayan pada waktu itu. Pertemuan antara Ianfleda dan Elfled sangat mengharukan karena mereka telah terpisah selama 10 tahun. Mereka semua kembali ke Biara Whitby dengan menggunakan Kapal Royal Edwin dan berhasil menggagalkan rencana jahat Irminburgh. Cwen dibebaskan dan diangkat menjadi kepala penenun biara, dan Wulfrun, si gadis serigala, diangkat menjadi penjaga, kakak, dan teman bagi Elfled

Sejarah Biara Whitby

Semua cerita mengenai Biara Whitby, Suster Kepala Hild, Ratu Ianfleda, dan Raja Oswy adalah benar adanya. Penemuan kalung emas dengan hiasan batu akik merah dan rencana pemberontakan Ecfrid serta Irminburgh adalah rekaan semata; walaupun menurut Bede, istri kedua Ecfrid memang bernama Irminburgh atau Iurminburgh.

Pas baca novel ini aku jadi semakin tertarik dengan sejarah Anglo Saxon itu. Dan lo pernah denger Elf dong, manusia peri yang ada di The Lord of the Rings. Ratu Ianfleda memanggil Elfled, dengan: Elf mungilku. Hmm si Elfled memang digambarkan cantik dan berambut ikal keemasan seperti peri. Dulu orang-orang Inggris memuja Freya dan Woden sebelum Kristen akhirnya diterima menjadi keyakinan mereka. Pada abad itu, meskipun mereka sudah memeluk Kristen, kepercayaan akan Freya dan Woden masih belum bisa sepenuhnya hilang. Terkadang mereka berdoa demi Freya dan Woden dan bukan demi Yesus Kristus.

Nama-nama dalam novel ini memang sangat susah dieja (apalagi ditulis). Seperti misalnya Fridgyth, Ulfstan, Elfled, Adfrith, dll. Tapi secara umum novel ini menyenangkan banget dan begitu mulai membacanya lo gak bisa berhenti sampai halaman terakhir. Yah, intinya novel ini sangat aku rekomendasiin untuk dibaca. Terutama lo Fi, Ri, lo kan suka novel sejarah bukan? (lo suka gak ya, Nov?) Kalau dah terbit di Serambi, tentu akan segera aku kasih tau ya. Kobo, dirimu juga akan aku kasih tau:-P.

@Ida

Posted at 03:04 pm by teras rumah
Comment (1)  

 
Friday, February 09, 2007
Happy Birthday, Ida :-*

Dearest Ida ...

Emang siy ultah loe baru besok. tapi besok kan gue libur (riri yang masuk). daripada telat mending gue posting sekarang aja yach. Kagak pake 'pamali-pamali'an dah!! :P

27 tahun ... apa rasanya, da? ;) tenang Da, you are just slightly older than I ;)

27 tahun ... dan dalam 7 tahun terakhir kalian semua menjadi bagian penting dari hidup gue. 7 tahun bersama dalam suka dan duka. sahabat dalam perjalanan mencari jati diri dan memaknai kehidupan.

ah, gue nggak pengen kata2 gue jadi klise. gue cuma mo bilang "thank you so much for being your self". Spontanitas loe yang kadang ajaib buat gue :P yang masih nggak suka dipanggil indah? :D yang 'penakut'! :P yang suka masak!! dan gue yakin keahlian loe ini bakal berguna buat gue suatu hari nanti :P ida yang masih suka biru? ida, hunny bunny, yang tambah NDUT! :D yang wawasannya makin luaaassss sejak 'nongkrong' di Serambi =) empat jempol buat loe!  such a friendly and warm person ... ;) yang punya rasa super 'cuek' yang kadang bikin gue 'iri'! ;) yang masih dan akan selalu GILA BUKU!! I miss our discussion so badly!!!!!!! :P yang jadi semakin ibu-ibu :D

Pokoke, you mean a lot to me ...

Well, I WISH YOU A HAPPY HAPPY BIRTHDAY! Semoga Allah selalu melimpahkan rezekinya, memberikan segala kebaikan buat loe dan suami ;) dan menyertai langkah mu dengan kebahagiaan ... moga program dietnya berhasil :) Amin.

This is a very special poem dedicated to all of you my dearest friends.

Bunga adalah cara Mu tersenyum
Matahari tak lain dari pelukan hangat
Bintang hanyalah cara Mu menjaga kami sepanjang malam

Dan sahabat,
Ia adalah bukti nyata
Kehadiran Mu dalam kehidupan.

-by Gede Prama-

<A>


Posted at 03:42 pm by teras rumah
Comments (2)  

 
Thursday, February 01, 2007
Fiuh... Lega!!

Kayaknya gue nggak dipecat deh. =) Alhamdulillah ... apa imajinasi gue kemarin terlalu berlebihan ya? Yah, gitulah kalo lagi panik. Tapi mending deh ngebayangin hal terburuk yang bisa terjadi, tapi kenyataannya nggak seburuk itu.

Kemarin sebelum pulang sempet nelpon bos gue siy. Nada suara dia emang kecewa. Tapi, ya mau diapin lagi. Khilaf itu alasan paling klise yang nggak bisa dibantah. Mati gaya lah kalo alasan yang satu ini udah jadi tameng dari kesalahan yang udah kita lakukan. Tapi, bos gue itu akhirnya menenangkan gue juga.

Sorenya gue sempetin nelpon untuk memastikan apakah semuanya baik-baik saja atau tidak. Alhamdulillah. Kesalahan gue masih termaafkan. dan ternyata kesalahan yang sama (dokumen yang sama dan perusahaan yang sama) pun pernah dia lakukan karena khilaf. ;) Walaupun sempat juga 'bos kecil' gue itu kena 'mantra mandraguna' dari 'bos besar'.

Kalo dipikir-pikir lagi, sebenarnya dokumen yang salah kirim kemarin itu emang nggak 'confidential' siy. Cuma tetep aja nggak etis banget kalo nyasar kayak kemarin. Dan parahnya, perusahaan B akan berpikir bahwa dokumen yang kita buat untuk mereka bisa-bisa nyasar ke perusahaan lain. Wadduh, kalo gitu kan bisa nggak dipercaya lagi. Trus, kalo kontrak kerjasama nggak diperpanjang, ujung-ujungnya gue juga yang repot.

Maaf ya mbak ... bener-bener nggak sengaja. Besok-besok insyaallah nggak khilaf lagi.

Untung aja nafsu makan gue nggak sempet ilang gara-gara masalah ini. Musim ujan gitu loh. Kayaknya gue selalu berasa 'kelaparan' deh :P

Back to the normal activity again then ... kerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi dan selalu dikejar tenggat waktu yang (seharusnya) nggak boleh dilanggar. Btw, deadline bulan Januari udah 90% beres dikerjain Riri. (kalo gue juga yang ngerjain bagian media monitoring, ya nggak bakal kepegang pastinya). Thanks ya Ri!

Gue juga sudah memaafkan diri sendiri kok ;) Ah, senangnya ... =)


-asfi-


Posted at 12:31 pm by teras rumah
Make a comment  

 
Wednesday, January 31, 2007
Whuaa, Panik!!!

Barusan, gue sempet berhenti bernafas selama tiga detik. Selama tiga detik itu pula dunia gue terhenti. Sekarang juga masih berasa deg-degan abis plus segera lebih terasa panas dingin. Tapi sejujurnya jantung gue masih terasa mau copot. (tenang, tenang... ambil nafas panjang ...)

Gila! ternyata... gue salah kirim dokumen!! gue nggak tahu dan belom tahu seberapa seriusnya kesalahan gue ini. Dan bos gue juga sedang tidak bisa dihubungi karena ada janji bisnis dengan calon 'rekan bisnis' yang menurut ceritanya sangat menjanjikan.

Unbelieavable, dokumen perusahaan A gue kirim ke perusahaan B. Dan mereka punya bisnis yang sama!! alias kompetitor. kemudian salah seorang dari perusahaan B kirim email kalo attachment yang gue lampirkan ternyata salah!! (tenang, tenang, ambil nafas panjang...)

Dan saat ini, gak ada satu pun orang yang bisa gue ajak ngomong. I need my boss. I really need to talk to her RIGHT NOW! Padahal itu juga tidak bisa langsung menyelesaikan masalah, secara dia harus 'laporan' sama 'atasan'nya lagi.

Whua!!! Panik!!! I Really Hate Making Mistake!!

(Dduhh, gue dipecat nggak ya..)

-asfi-


Posted at 10:54 am by teras rumah
Make a comment  

 
Thursday, January 25, 2007
The Drama of Finding A Job

Hai hai lama tak menulis! Haduuuh, pa kabar semuanyah??
Kangeeeeen!

Bagi yang penasaran (emang ada ya?), kabar terbaru dari gue adalah: sedang mati-matian cari kerja. Dan oh ya, cari pacar,tentunya. Hehehehe…

Eniwei, ternyata, kawan-kawan, di zaman edan begini, cari kerja itu susyahnya minta ampun. Terlebih setelah gue sadari bahwa mencari kerja itu memang banyak faktor eksternalnya. Apalagi kalo memang pekerjaan itu belom rezeki kita (alasan standar pengikhlasan kita kalo ditolak hehehe).

Alkisah, setelah selesei sidang di bulan September kemarin, mulailah gue memasukkan lamaran2 ke setiap lowongan kerja yang sekiranya gue minati. Seminggu-dua minggu, gak ada kemajuan yang berarti. Gue jadi was-was. Gue juga sempet dateng ke beberapa job-fair, tapi hasilnya sampe sekarang masih jalan di tempat. Dulu, gue kira nglamar kerjaan gak sesulit ini, tapi ternyata bo… Hah! Giling deh.

Alhasil, gue dan temen-temen seperjuangan akhirnya menendang jauh-jauh idealisme kita dan melamar ke semua lowongan yang kira-kira bisa dilamar. Hahaha! Dari lowongan jadi pns (yang semula cuma gue lirik sebelah mata), lowongan serabutan (alias jadi MT), lowongan kerja yang gak sesuai jurusan, sampe lowongan jadi guru (yang mana dulu selalu gue hindari secara gue gak bakat). Udah gak pilih-pilih lagi deh, semua lowongan dihajar Wakakakakak!

Dulu bahkan sampe beberapa waktu lalu, sempet juga sih stres dan desperado. Tapi, lama-lama capek juga mikirinnya. Sekarang gue bisa lebih santai dan lebih menikmati proses ini. Walopun gak tau juga sih, sampe kapan J

Ataw mending gue merit aja kali ya? A FANTASTIC shortcut toh???
Stay home and watering plants. Write and sleep. Dusting and planning today's menu (asal bukan gue aja yg masak kalee).

Tapi, sama siapa?!!

Faktor eksternal dalam mencari kerja:
1. Pelamar bukan lulusan universitas terkenal (yah minimal terkenal karena biaya semesternya yang mahal). Ini lebih terasa jika perusahaan memakai head hunter.
2.Usia si pelamar yang udah expired.
3.IPK pelamar standar. Hari gini, biar aman, minimal banget kita harus punya IPK 3,00. Ini lebih terasa jika perusahaan memakai head hunter.
4.No telepon yang susah dihubungi.
5.Gak ada link yang bisa kasih info lowker terbaru.
6.Pengalaman gak sesuai/kurang banyak.
7.Jurusan gak sesuai.
8.Pelamar gak punya duit buat bayar training/deposit (di institusi yang bener lho, bukan yang abal-abal).
9.Ijazah belum keluar (terutama untuk nglamar PNS).
10.Perusahaan/pelamar yang rasis (alias maunya hanya orang/perusahaan dari suku tertentu).
11.Tes wawancara yang belepotan (apalagi kalo langsung ketemu bosnya, bisa keder si pelamar).
12.Gak rapih saat datang tes wawancara.
13.kalo ngirim lewat pos bisa terjadi hal2: amplop coklat kita kebasahan kena ujan, tukang pos sakit jadi gak sampe tepat waktu, perangko yang kurang, dll.
14.Pelamar bukan lulusan universitas terkenal (asli deh, gue masih sakit hati dan geleng-geleng kepala sewaktu didiskrimasikan gara2 nama almamater gue!! Yaks).
15.Lupa minta restu dari ortu.
16.Terakhir, kurang doa dan belom rezekinya. Hehehe

~Riri

 


Posted at 09:40 am by teras rumah
Comment (1)  

 
Wednesday, January 24, 2007
-

Pernahkah mentari bertanya tentang pagi?
atau sempatkah senja bercerita tentang jingga?
dan apakah guntur juga berkeluh tentang gemuruh?

sayang, tanyaku hanya ditatap biru yang termangu
padahal rapuh ku enggan menunggu
dan resah ku lelah mengalah

Sedangkan aku hanya bisa menjejaki rindu
rindu yang semakin luruh pada asa yang terlanjur abu-abu.

-Asfi-
(23 Januari 2007)


Dear Riri, kayaknya gue bisa mulai bisnis "premium call" deh ma loe :P Abis gimana, udah nyandu nyetor "Daily News Monitoring Report" ke loe :D. Ah btw, kontemplasi gue yang 'acakadul' alias serampangan ini ternyata berbuah puisi. lumayanlah ;)


Posted at 11:07 am by teras rumah
Make a comment  

Next Page